| 1. Gigi berlubang pada anak tidak perlu dirawat karena nanti akan tanggal sendiri. | Gigi susu tetap perlu dirawat. Gigi berlubang dapat menyebabkan nyeri, infeksi, dan mengganggu pertumbuhan gigi tetap. |
| 2. Menyikat gigi semakin kuat, semakin bersih. | Menyikat terlalu kuat dapat melukai gusi dan menyebabkan permukaan gigi terkikis. Yang penting adalah teknik dan waktu menyikat yang benar. |
| 3. Kalau gigi tidak sakit, berarti gigi sehat. | Tidak selalu. Beberapa masalah gigi dan gusi dapat berkembang tanpa menimbulkan rasa sakit pada awalnya. |
| 4. Obat kumur bisa menggantikan sikat gigi. | Obat kumur bukan pengganti menyikat gigi dan membersihkan sela gigi. Tetap lakukan kebersihan gigi secara rutin. |
| 5. Gigi harus disikat setelah setiap kali makan. | Yang utama adalah menyikat gigi 2 kali sehari, terutama pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. |
| 6. Makan permen pasti membuat gigi berlubang. | Risiko meningkat terutama bila makanan/minuman manis sering dikonsumsi dan kebersihan gigi kurang terjaga. Frekuensi konsumsi gula juga penting. |
| 7. Gigi berlubang bisa sembuh sendiri jika rajin menyikat gigi. | Gigi yang sudah mengalami lubang tidak dapat kembali seperti semula hanya dengan menyikat gigi. Perlu pemeriksaan dan penanganan dokter gigi. |
| 8. Mencabut gigi adalah satu-satunya cara mengatasi gigi berlubang. | Tidak selalu. Tergantung kondisi gigi, dokter gigi dapat mempertimbangkan perawatan seperti tambal gigi atau perawatan saluran akar. |
| 9. Gusi berdarah saat menyikat gigi berarti harus berhenti menyikat gigi. | Justru kebersihan gigi dan gusi perlu diperhatikan. Gusi mudah berdarah dapat menjadi tanda adanya masalah gusi dan sebaiknya diperiksakan. |
| 10. Gigi putih berarti pasti sehat. | Warna gigi bukan satu-satunya indikator kesehatan gigi. Gigi yang sehat tetap perlu dijaga dari karies dan penyakit gusi. |