Halo #TonggoGogata

Hari Rabu (05/08) kemarin telah dilaksanakan giat Pemeriksaan Kesehatan berupa SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang) dan CKG di TK Darma Wanita Desa Sukowidi.

SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang) adalah kegiatan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dini agar setiap penyimpangan dapat ditemukan dan ditangani sedini mungkin.

Sasaran SDIDTK

Sasaran utama SDIDTK adalah seluruh anak usia 0–6 tahun (0–72 bulan), baik yang sehat maupun yang memiliki faktor risiko gangguan tumbuh kembang. Pelaksanaan dilakukan secara berkala di Posyandu, Puskesmas, PAUD, TK, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Skrining SDIDTK meliputi:

1. Skrining Pertumbuhan

Bertujuan menilai status pertumbuhan anak, meliputi:

  • Berat badan menurut umur (BB/U)
  • Panjang/tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U)
  • Berat badan menurut panjang/tinggi badan (BB/PB atau BB/TB)
  • Indeks Massa Tubuh menurut umur (IMT/U) sesuai usia
  • Lingkar kepala (terutama pada bayi dan balita)

Tujuan: Mendeteksi stunting, wasting, underweight, overweight, obesitas, serta gangguan pertumbuhan lainnya.


2. Skrining Perkembangan

Menilai kemampuan anak sesuai tahapan usianya menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), yang mencakup:

  • Motorik kasar
  • Motorik halus
  • Bahasa
  • Personal sosial/kemandirian

Tujuan: Mengetahui apakah perkembangan anak sesuai dengan usianya.


3. Skrining Penglihatan

Dilakukan untuk mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini, misalnya:

  • Mata juling
  • Gangguan tajam penglihatan
  • Kelainan mata lainnya

4. Skrining Pendengaran

Dilakukan untuk mengetahui apakah anak dapat mendengar dengan baik sesuai usianya.

Tujuan: Mendeteksi gangguan pendengaran yang dapat memengaruhi kemampuan bicara dan belajar.


5. Skrining Perilaku Emosional

Menggunakan instrumen yang sesuai untuk mendeteksi:

  • Gangguan perilaku
  • Gangguan emosi
  • Masalah psikososial

6. Skrining Risiko Autisme

Dilakukan pada usia yang sesuai menggunakan instrumen skrining autisme (misalnya M-CHAT pada balita sesuai indikasi).

Tujuan: Menemukan tanda awal gangguan spektrum autisme sehingga dapat segera dirujuk untuk penilaian lebih lanjut.


7. Skrining Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (GPPH/ADHD)

Dilakukan pada anak usia yang sesuai apabila terdapat indikasi.

Tujuan: Mendeteksi dini gangguan perhatian dan hiperaktivitas agar mendapatkan penanganan yang tepat.


Jika ditemukan penyimpangan

Apabila hasil skrining menunjukkan adanya gangguan pertumbuhan atau perkembangan, anak akan:

  • Mendapatkan stimulasi yang sesuai.
  • Dilakukan pemantauan ulang.
  • Dirujuk ke tenaga kesehatan atau fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lengkap bila diperlukan.

Salam,
Stay Safe, Stay Healthy

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *