Rabies ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, terutama melalui gigitan, tetapi juga dapat melalui cakaran atau jilatan pada kulit yang terluka/selaput lendir. Jadi, luka kecil sekalipun tetap perlu dianggap serius bila berasal dari hewan yang berisiko rabies.
🐕 Ciri luka yang perlu diwaspadai
Luka akibat paparan hewan penular rabies dapat berupa:
- Gigitan dengan luka tusuk atau robekan.
- Cakaran yang menyebabkan lecet atau luka terbuka.
- Luka kecil yang tidak banyak berdarah—tetap dapat menjadi pajanan.
- Jilatan pada luka terbuka atau pada selaput lendir mata/mulut.
- Luka pada wajah, kepala, leher, tangan atau jari perlu mendapat perhatian khusus karena lokasi tersebut berisiko lebih tinggi.
Yang penting: jangan menunggu luka terlihat parah atau menunggu muncul gejala rabies. Jika seseorang sudah mengalami pajanan, pencegahan harus dilakukan sesegera mungkin.
🚨 Bagaimana penanganannya?
1. Segera cuci luka selama minimal 15 menit
Cuci menggunakan sabun/deterjen dan air mengalir. Gosok dan alirkan air secara menyeluruh pada luka. Bila sabun tidak tersedia, tetap lakukan pembilasan dengan air sebanyak-banyaknya.
2. Berikan antiseptik setelah dicuci
Misalnya povidone-iodine atau antiseptik yang sesuai.
3. Jangan memberikan bahan tradisional pada luka
Hindari cabai, minyak, tanaman, asam, alkali, atau bahan iritan lainnya. Bahan tersebut tidak terbukti mencegah rabies dan dapat memperburuk luka.
4. Segera ke Puskesmas/RS/Rabies Center
Petugas akan menilai jenis pajanan dan menentukan apakah diperlukan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan, untuk pajanan tertentu, Rabies Immunoglobulin (RIG)/serum sesuai protokol. Pajanan kategori II dan III memerlukan vaksinasi rabies; kategori III juga dapat memerlukan imunoglobulin.
5. Jangan menunggu muncul gejala
Begitu gejala klinis rabies sudah muncul, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal. Sebaliknya, profilaksis pascapajanan (PEP) yang diberikan segera dapat mencegah rabies berkembang.
🧠 Kenali gejala rabies pada manusia
Gejala awal dapat menyerupai penyakit lain, seperti:
- demam
- sakit kepala
- lemas
- mual
- rasa nyeri, kesemutan, atau sensasi tidak normal pada lokasi gigitan
Kemudian dapat berkembang menjadi gangguan saraf seperti:
- takut air/hydrophobia
- sulit menelan
- takut cahaya
- gelisah atau kebingungan
- air liur berlebihan
- kejang
- kelumpuhan hingga koma.
🛡️ Pencegahan rabies
Untuk manusia:
- Jangan mendekati atau menyentuh hewan liar/asing yang berperilaku tidak normal.
- Ajarkan anak untuk tidak mengganggu, memberi makan, atau bermain dengan hewan yang tidak dikenal.
- Bila terjadi gigitan/cakaran, langsung cuci luka 15 menit dan segera ke fasilitas kesehatan.
- Orang dengan risiko pekerjaan tertentu dapat dipertimbangkan mendapatkan vaksinasi rabies sebelum pajanan.
Untuk hewan peliharaan:
- Vaksinasikan anjing/kucing secara rutin sesuai anjuran dokter hewan.
- Jangan biarkan hewan peliharaan berkeliaran bebas.
- Hindarkan kontak dengan hewan liar atau hewan yang tidak diketahui status vaksinasinya.
- Bila hewan menggigit seseorang, jangan langsung dibunuh atau dilepas; laporkan kepada petugas kesehatan hewan agar dapat ditangani/diobservasi sesuai prosedur.

