Yuk, Cegah Stunting di 1000 Hari Pertama Kehidupan

Halo #TonggoGogata

Tahukah kamu bahwa stunting sebenarnya dapat dicegah sejak dalam kandungan? Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) adalah periode penting dalam kehidupan anak yang mencakup 270 hari selama kehamilan (9 bulan) dan 730 hari pertama setelah kelahiran (2 tahun). Masa ini disebut sebagai periode emas karena otak, organ tubuh, dan sistem kekebalan anak berkembang dengan sangat pesat pada waktu ini.

Apa itu stunting?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, atau kurangnya stimulasi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun (1.000 Hari Pertama Kehidupan/HPK). Anak stunting memiliki tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak seusianya berdasarkan standar pertumbuhan WHO.

Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, dan produktivitas saat dewasa.

Cara mencegah stunting pada 1.000 HPK

Saat hamil

  • Periksa kehamilan secara rutin (ANC).
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan cukup protein.
  • Minum tablet tambah darah sesuai anjuran.
  • Minum suplemen yang diberikan tenaga kesehatan.
  • Hindari rokok, alkohol, dan paparan asap rokok.
  • Tangani penyakit atau infeksi selama kehamilan.

Saat bayi lahir

  • Lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD).
  • Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan.

Usia 6–24 bulan

  • Berikan MPASI yang bergizi, bervariasi, dan sesuai usia, sambil tetap melanjutkan ASI hingga usia 2 tahun atau lebih.
  • Berikan makanan kaya protein hewani seperti telur, ikan, ayam, daging, dan hati, disertai sayur dan buah.

Pantau pertumbuhan

  • Timbang berat badan dan ukur panjang/tinggi badan secara rutin di Posyandu atau Puskesmas.
  • Lengkapi imunisasi sesuai jadwal.
  • Berikan vitamin A dan obat cacing sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Terapkan hidup bersih dan sehat

  • Cuci tangan pakai sabun.
  • Gunakan air bersih dan jamban sehat.
  • Jaga kebersihan makanan dan lingkungan untuk mencegah infeksi.

Berikan kasih sayang dan stimulasi

  • Ajak anak bermain, berbicara, membaca buku, dan berinteraksi setiap hari untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Jika anak sudah terlanjur stunting, apa yang harus dilakukan?

Stunting tidak bisa diperbaiki hanya dengan satu jenis makanan atau suplemen. Namun, anak tetap dapat dibantu agar tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin.

Yang perlu dilakukan:

  • Segera konsultasikan ke Puskesmas atau dokter anak.
  • Perbaiki pola makan dengan gizi seimbang, terutama protein hewani setiap hari.
  • Tetap lanjutkan ASI sesuai usia anak.
  • Obati infeksi atau penyakit yang menyertai.
  • Pantau pertumbuhan secara rutin.
  • Berikan stimulasi perkembangan setiap hari.
  • Ikuti seluruh anjuran tenaga kesehatan.

Perlu diketahui bahwa semakin dini stunting terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang anak mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik.

Oleh karena itu, pencegahan sejak masa kehamilan hingga usia 2 tahun merupakan langkah yang paling efektif.

Yuk untuk Buibu dan Calon Ibu, simak info berikut agar generasi Indonesia sehat dan bebas stunting 😉

Salam,
Stay Safe, Stay Healthy

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *